Tampilkan postingan dengan label cuap-cuap penulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cuap-cuap penulis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Februari 2019

Fenomena Dakwah Kekinian di Sosial Media

Tidak ada komentar:
Mungkin banyak orang, wacana, atau tulisan yang membahas tentang kondisi moralitas masyarakat saat ini dari berbagai aspek dan realita di lapangan. Sebagian besar, tema tulisan adalah mengangkat tentang bagaimana bobroknya moralitas masyarakat, khususnya kawula muda, di tengah-tengah globalisasi atau modernitas seperti saat ini. Ntah itu pergaulan bebas, narkoba, hamil di luar nikah (married by accident), dsb. Dalam hal ini, sebenarnya media massa mainstream atau sosial media juga berperan dalam mengonstruksi realita sosial di tengah-tengah masyarakat, dengan membangun wacana secara kontinyu tentang kondisi remaja saat ini.

Selasa, 15 Januari 2019

Ketika Perempuan Minum Kopi. Aneh kah?

Tidak ada komentar:
IMG_20180224_205046.jpg
Kopi adalah salah minuman favorit saya. Sedari saya kecil, almarhum ayahanda saya sering mengajak saya untuk duduk di warung kopi pada hari-hari libur.
Mungkin sebagian perempuan atau laki-laki sedikit merasa janggal ketika melihat ada perempuan yang dapat minum kopi hitam, pekat, dengan kadar kafein tinggi pula seperti saya.

Kamis, 28 November 2013

Selama Mereka (Orang Tua) Masih Bersamamu

Tidak ada komentar:
Ketika Berkunjung ke Meuseum Tsunami (2010)
Kamu tau? Perasaan menyesal setelah kehilangan seseorang yang kamu sayangi dan cintai, ketika ternyata ada banyak hal yang tidak mampu kamu berikan kepadanya dengan tulus. Ternyata benar-benar memilukan. Apalagi, jika hal-hal tersebut baru kamu sadari setelah dia tiada. Suatu keterlambatan yang sangat terlambat.

Tahun 2013 ini, sepertinya menjadi "tahun terparah" untuk penyakit insomniaku.  Jujur, saat ini aku mengalami kesulitan untuk mengatur jadwal tidur malamku. Menjelang waktu tidur, meskipun sudah berkali-kali menguap, namun tetap saja tak kunjung terlelap. Paling cepat ya pukul 12 malam, tapi kalau mata tidak bersahabat ya sering kali pukul 3 dini hari baru bisa terlelap. Dan itu pun tidak terlalu nyenyak.

Insomnia ini bermula semenjak Maret 2013, ketika mengetahui bahwa ayahku mengidap kanker hati stadium IV setelah check up di Penang. Setiap malam, aku selalu dibayang-bayangi oleh kekhawatiran dan mimpi-mimpi buruk tentang ayahku. Aku takut tidur, takut jika aku terbangun maka mimpi burukku itu akan berubah menjadi nyata. Bahwa aku akan kehilangan ayahku.

Rabu, 27 November 2013

Rindu, Gengsi, dan Bisu

Tidak ada komentar:
KATA Falafu sih, diam dan tak saling menyapa itu bukan berarti tidak memikirkan. Bisa saja, karena terlalu menahan rindu, lantas menjadi bisu.
Percaya ga percaya, hal seperti ini biasa terjadi. Entah karena terlalu malu untuk memulai, atau justru terlalu segan, sehingga pada akhirnya menindas perasaan rindu itu sendiri. Ah, manusia!

Gengsi atau ogah-ogahan memulai, pada akhirnya justru tidak memberikan hasil yang baik. Toh, ujung-ujungnya yang menyesal juga siapa? Ya manusia yang merindu itu.
Zaman sekarang, mau rindu-rinduan sama siapa saja sebenarnya sudah sangat mudah. Banyak media yang bisa jadi penghubung untuk menghilangkan rasa rindu. Kalau ga mau telponan (alasan malu atau ga ada bahan bicara) ya bisa sms-an. Apalagi, media komunikasi saat ini sudah ada BBM-an lah, Whatsap-an lah, Line, Wechat, Twitter, Facebook, wa sahibatuha lah pokoknya. Lantas, apanya yang susah? Ya komunikasinya.

Memang, kalau sudah menyangkut permasalahan perasaan, agak ribet jadinya. Mikir terlalu muluk-muluk sih, banyak sekali pertimbangannya. Takut dianya ga ngerespon lah, takut ngeganggu waktunya lah, atau apalah alasan yang dibuat-buat lainnya. Padahal, tinggal bilang "Hai, kamu apa kabar?" terus send!. Gitu saja kok repot!. Huft (Ngatain gini sih memang mudah, tapi susah dijalaninya. Haha)

Penjual Sate Keliling

Tidak ada komentar:

Sa....teeeeee......eeee....eeee!
Nah, kalau sudah terdengar bunyi seperti itu, biasanya saya dan teman sekosan langsung sigap memanggil bapak penjual sate keliling yang satu itu. Selama di sini, bapak tersebut masih menjadi satu-satunya penjual sate favorit kami. Rasanya lumayan enak, dan porsinya pun banyak.
Tapi sayangnya, kami sering di PHP-in sama bapak yang satu ini. Duh ~

Ternyata, yang PHP itu ga cuma gebetan atau calon pasangan doang. Bapak penjual sate pun, bisa begitu. Yah, kok bisa? Ya bisa dong, namanya juga manusia. Hehe...
Karena jadi satu-satunya penjual sate keliling yang melewati kos-kosan kami, kami jadi mengharap lebih kepada bapak sate yang satu ini. Kata si bapak, beliau sering lewat di daerah sekitar kos-kosan kami. Tapi ntah mengapa, kalau giliran ditungguin saja itu bapak ga lewat-lewat di depan kosan. Pas gak ditungguin, atau kami udah pasrah lantas keluar kosan dan mencari makanan lain, eh tiba-tiba bapak sate lewat gitu saja. Gimana ga PHP coba! Hahaha.

Selasa, 11 Juni 2013

Lekas Sehat, Abu.

2 komentar:
Hari ini, Abu dipindahkan ke RSU Ujung Fatihah di Nagan Raya. Di sini Abu akan di endoskopi. Kata dokter yang merawat Abu, perut beliau akan dimasukkan selang (endoskop) agar cairan yang ada di perut Abu dapat disedot, dan lambung atau usus Abu diikat. Ntahlah, ntah apa yang akan diperbuat oleh dokter. Aku pun tidak terlalu mengerti.

Memang sudah beberapa bulan ini abu divonis mengidap sirosi hati yang sudah meningkat ke kanker hati stadium 4. Awalnya, abu mengeluh sering merasa lelah dan konsul ke Dr. Fauzi di Banda Aceh pada Desember 2012 lalu. Dan Dr. Fauzi mengatakan kalau Abu mengidap Hepatitis B kronis. Hmm...

Akhir Februari 2013 seminggu setelah merayakan acara kelulusan S1 ku, kondisi Abu tiba-tiba memburuk dan harus dirawat di klinik Graha Umi selama sepuluh hari. Di klinik Abu diperiksa oleh Dr. Illum, spesial penyakit dalam. Dan diketahui hasil bahwa Abu ternyata sudah mengidap sirosi hati atau kanker hati tingkat lanjut. Kedua sisi di organ hati abu ada benjolan-benjolan dan bercak-bercak kanker....:(

Minggu, 24 Februari 2013

Sarjana itu pilihan-pilihan :)

4 komentar:
Ada kelegaan tersendiri ketika saya berhasil mendapatkan gelar sarjana. Ya, tepat tanggal 13 Februari 2013 lalu saya resmi mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Komunikasi setelah 4 tahun 3 bulan kuliah di Fisip Unsyiah. Lega, sangat lega. Terlebih lagi ketika saya bisa membuat kedua orang tua bangga setelah berhasil menyandang predikat "cum laude" dengan ipk yang alhamdulillah memuaskan :)

Yah, bagi saya predikat itu cukup menjadi sebuah penghargaan untuk jerih payah yang telah saya lakukan selama ini, dan untuk kedua orang tua saya. Namun, kelegaan setelah berhasil menyelesaikan studi tersebut belakangan ini justru menjadi tanggung jawab baru untuk saya. Bukan berarti ketika kuliah di jenjang S1 ini selesai, saya bisa bersantai-santai dan duduk manis menikmati itu semua. Owh, tentu saja tidak. Dengan titel S.I.Kom yang telah melekat manis di belakang nama saya tersebut, saya justru mendapatkan tanggung jawab baru untuk membuktikan agar titel itu sia-sia. Saya tidak ingin menjadi pengangguran...

Sabtu, 22 Desember 2012

Alhamdulillah, Sarjana :D

1 komentar:
Alhamdulillah, akhirnya sidang juga. Saya lulus dan berhasil mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Komunikasi. Namun ada sedikit hal yang membuat saya merasa kecewa, karena judul  penelitian saya dianggap salah oleh salah seorang dosen penguji, yang padahal menurut pembimbing saya sudah benar. Menurut pemahaman beliau, penelitian analisis framing yang saya geluti itu bukan seperti itu, tapi tekniknya beda. Dan itulah yang membuatku sedikit pusing, karena saya berpedoman pada penelitian terdahulu dari universitas yang cukup berkompeten di bidang itu. Ntahlah, mungkin inilah tantangan setelah sidang. Apalagi, penelitian itu adalah penelitian baru yang belum pernah ada di kampus saya sebelumnya. Sedangkan dosen yang berkompeten di bidang tersebut sangatlah kurang. Tugas saya sekarang adalah untuk memberi pemahaman kepada penguji tersebut, sesuai dengan arahan dan saran dari dosen pembimbing. Semoga saja diberi solusi yang baik, sehingga saya bisa wisuda bulan dua ini. Amin.
But, over all. I thanks to Allah SWT, my family and all my best friends :D




Selasa, 06 November 2012

Balada Skripshit! -Part 1-

3 komentar:

September 2012, sedikit demi sedikit aku mulai mengajukan revisian skripsiku ke dosen pembimbing. Setelah mengikuti seminar proposal bulan Juli lalu, aku harus merombak dari nol  kembali proposal penelitianku itu. Dalam seminggu, aku harus mencari data, objek penelitian dan judul yang tepat untuk penelitianku ini. Dan akhirnya, judul yang diterima adalah tentang "Analisis Framing Berita Pemukulan Irwandi Yusuf di Surat Kabar Serambi Indonesia dan Rakyat Aceh". Dua bulan aku fokus merevisi dan konsul ke dosen pembimbing kedua ku. Dan alhamdulillah, hanya empat kali konsul, aku langsung bisa melakukan penelitian data primer dan mempersiapkan list wawancara.

November 2012. Ternyata penelitian itu gak semudah yang dibayangkan. Banyak hambatan dan kemudahan yang aku dapatkan secara bersamaan. Seharusnya, saat ini aku bisa fokus melakukan penelitian skripsiku. Hanya saja, selama ini ada sedikit hambatan yang menghambat  proses penelitianku. Data yang aku perlukan, yaitu koran-koran edisi akhir Juni 2012 susah didapat. Arsip-arsipnya tidak ada di kantor redaksinya, aku harus bersabar menunggu arsip yang ada di perpustakaan, yang kabarnya sedang dijilid di percetakan. Belum lagi dosen pembimbing yang sibuk dan tidak ada di tempat, juga urusan surat-surat penelitian yang sangat lambat diproses di akademik kampus. Dua kata untuk segala hambatan ini, tetap USAHA dan SABAR. 
Yah, Tantangannya adalah sejauh apa kita mampu memanfaatkan peluang dan kemudahan yg ada, utk meminimalisir hambatan-hambatan itu. Beruntung, banyak pihak yang mau mendukung dan membantu proses penelitianku, pihak-pihak media pun tidak terlalu mempersulit. Alhamdu-lillaaaaaah...:D

Rabu, 17 Oktober 2012

Jangan Merusak Cerita

Tidak ada komentar:
Maaf, jika aku hanya memberi ketidakpastian dan ketidakjelasan atas perasaan yang kalian berikan. Tapi bukan kah sejak pertama sudah kutegaskan, dengan kata tidak?
Maaf, jika aku tidak mampu membalas setiap perhatian dan ketulusan. Karena memang aku belum menemukan jawabannya. Biarkanlah aku mencarinya, jadi tolong jangan memaksa.

Cerita kita akan indah, kisah cinta kita akan menjadi indah. Jangan merusak alur ceritanya. Tapi, kenapa kebanyakan dari kita senang merusak alur ceritanya? Memaksakan cerita, sehingga kisah itu menjadi tidak indah...

Bukan aku terlalu egois, bukan aku tidak menghargai setiap perasaan yang kalian berikan.
Hanya saja, aku juga sama seperti kalian. Punya hak untuk memberikan rasa cinta kepada "seseorang" yang entah siapa itu, yang belum kutemukan.
Jika kalian memiliki rasa itu, itu hak kalian. Dan hak aku juga untuk memilih kepada siapa rasaku ini berlabuh...