Tampilkan postingan dengan label Perantauan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perantauan. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 April 2018

[BILLINGUAL] Borubudur Temple: One of The Greatest Temple in World

Tidak ada komentar:
_MG_9031.JPG
It was so pleasure I was given the opportunity to visit one magnificent masterpiece - Borobudur Temple - in Magelang City, Central Java. No mistake I mention this temple as a work of extraordinary, since before I arrived to its location, from a distance I have seen how sturdy and perfect the building. Moreover, when I entered the courtyard of this temple, I constantly mumbled that so beautiful and majestic a temple that I think it is unlikely this can be created by a group of humans. So it is true, if this magnificent building is worth to be as one of the seven wonders of the world among other buildings.

Jumat, 09 Maret 2018

(Billingual) Bandung, the Most Beautiful Place to be Visited in Java || Bandung, Kota Wisata Terindah di Pulau Jawa

Tidak ada komentar:
1.JPG
Halo teman-teman blogger!
Kali ini saya ingin mereview sedikit sisa-sisa perjalanan saya ketika ke Bandung dahulu. Ini merupakan murni sudut pandang pribadi saya, sejauh saya berkelana di pulau Jawa --Bandung saya anggap sebagai kota terindah yang pernah saya kunjungi.
Bandung merupakan salah satu kota yang berada di Jawa Barat, Indonesia. Kotanya indah sekali. Banyak tempat-tempat wisata dan hiburan yang dapat kita kunjungi jika ingin berlibur ke sana. Bahkan, tidak akan sanggup kita kunjungi jika hanya berlibur selama beberapa hari di kota ini.

Jumat, 09 Februari 2018

[Billingual] Semarang, the Classical Town of Oriental-European Style and its Natural Beauty | Semarang, Kota Klasik Bernuansa Oriental-Eropa dan Keindahan Alam

Tidak ada komentar:
Hampir dua tahun saya meninggalkan Kota Semarang, kota dengan sejuta kenangan. Saya pernah berada di kota ini selama dua tahun lamanya, yaitu sejak akhir tahun 2013 hingga pertengahan 2016. Selama itu lah, saya berkeliling ke beberapa tempat dan menemukan hal-hal yang menarik di sini. Bagi saya, Semarang memberikan banyak kesan yang sulit dilupakan. Salah satunya adalah keindahan dan keunikan kota yang tidak ditemukan di tempat lainnya.
Semarang, adalah sebuah kota yang terletak di Jawa Tengah, Indonesia. Kota bersejarah yang ‘eksotis’ dengan perpaduan nuansa klasik Eropa-Oriental, modern, dan keindahan alamiah. Di dalam Kota Semarang, selain bangunan-bangunan modern kita dapat menemukan bangunan-bangunan bersejarah yang sangat kental dengan corak khas China dan Belanda.

Selasa, 22 September 2015

Mesjid Agung Semarang

Tidak ada komentar:
Salah satu tempat ibadah umat Islam di Kota Semarang, yang juga dijadikan sebagai destinasi wisata ‘recommended’ untuk dikunjungi. Saya sendiri, benar-benar mengagumi keindahan rumah Allah ini.
Maka nikmat Tuhan manakah yang harus didustai?
Salah satu tempat ibadah umat Islam di Kota Semarang, yang juga dijadikan sebagai destinasi wisata ‘recommended’ untuk dikunjungi. Saya sendiri, benar-benar mengagumi keindahan rumah Allah ini.
Maka nikmat Tuhan manakah yang harus didustai?

Minggu, 28 Desember 2014

Bermain dengan Alam

Tidak ada komentar:
Salah satu kegiatan yang paling saya gemari ketika mulai penat dengan rutinitas adalah bermain dengan alam. Ya seperti mendaki atau menjelajah di dalam hutan. Karena alam memberikan suasana berbeda yang mampu meneduhkan. Ia membuat hati terasa lapang. Alam itu tampil sederhana dan apa adanya. Kesibukan di dalamnya itu alami. Jauh berbeda dengan aktifitas manusia di kota yang semberawut dan menjenuhkan isi kepala.


-28 Desember 2014-
Salah satu kegiatan yang paling saya gemari ketika mulai penat dengan rutinitas adalah bermain dengan alam. Ya seperti mendaki atau menjelajah di dalam hutan. Karena alam memberikan suasana berbeda yang mampu meneduhkan. Ia membuat hati terasa lapang. Alam itu tampil sederhana dan apa adanya. Kesibukan di dalamnya itu alami. Jauh berbeda dengan aktifitas manusia di kota yang semberawut dan menjenuhkan isi kepala. -Curug Lawu, Jawa Tengah, 28 Desember 2014-

Kamis, 26 Juni 2014

Liburan Sejuk Ke Dieng Plateau

2 komentar:
Suatu hari, saya bersama teman-teman dan kakak kelas di kampus mengunjungi salah satu objek wisata yang ada di Jawa Tengah, Dieng Plateau namanya. Objek wisata ini sudah lumayan terkenal di sini, banyak orang baik para wisatawan luar kota, para mahasiswa, atau bahkan keluarga yang menghabiskan waktu ke sini untuk berlibur. Dieng ini merupakan salah satu daerah dataran tinggi di Jawa yang cuacanya sangat sejuk, dan menjadi salah satu desa tertinggi di pulau ini. Cukup seharian saja jika ingin berlibur hemat ke sana tanpa harus menginap, meskipun agak lumayan melelahkan.

Minggu, 13 April 2014

Sesekali, Lihat lah Ke Bawah.

1 komentar:
Saya merasa beruntung, terlahir dari keluarga yang (lumayan) bisa dikatakan hidup berkecukupan. Meskipun tidak terlalu kaya, saya dan keluarga masih bisa makan makanan yang enak, tinggal di rumah yang nyaman, bisa sekolah, dan masih bisa membeli apa yang dibutuhkan. Alhamdulillah.

Pagi tadi saya berjalan kaki bersama teman kos hendak ke pasar minggu, ini kali pertama saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa ada orang-orang yang hidupnya sangat tidak layak. Mereka tinggal di emperan jalan, di halaman kosong gedung-gedung tua kampus Undip, dan di sana mereka membangun rumah mereka (yang menurut saya tidak bisa dikatakan sebagai rumah), tinggal bersama keluarga kecilnya. Dan kondisi seperti ini tidak pernah atau (mungkin) belum saya temui di Aceh. Sungguh saya takjub!

Sabtu, 07 Desember 2013

Petualangan di Negeri "Upin Ipin"

7 komentar:
KALI PERTAMA saya ke Kuala Lumpur, Malaysia, itu adalah modal "nekat". Tanpa ditemani oleh seseorang yang sudah mengenal kota tersebut, atau setidaknya pernah ke sana, saya berinisiatif untuk tetap ke sana demi memuaskan jiwa "petualang" saya dan memanfaatkan kesempatan yang memang sudah ada di depan mata. Tepatnya di bulan Maret 2013, saya bersama paman berangkat menuju Kuala Lumpur dari Pulau Penang dengan menggunakan bus di terminal Sungai Nibong. Saat itu kami memilih keberangkatan pukul 01.00 dini hari. Busnya benar-benar menarik, luas, dan nyaman. Berbeda dengan kebanyakan bus yang ada di Aceh. Harga tiketnya ketika itu adalah RM 35 atau sekitar 105.000 Rupiah.

Perjalanan dari Penang ke Kuala Lumpur menghabiskan waktu sekitar 5 jam. Saya dan paman ketika itu hanya punya waktu seharian di sana, alias harus pulang-balik Penang - Kuala Lumpur - Penang. Itu karena ayah dan ibu saya menunggu kami di Penang, dan tidak bisa ikutan karena kondisi kesehatan Ayah yang tidak baik. Bisa dibayangkan kan, bagaimana perjalanan pertama kalinya ke Kuala Lumpur dengan waktu yang hanya singkat sekali itu? Benar-benar nekat pokoknya.

Rabu, 27 November 2013

Penjual Sate Keliling

Tidak ada komentar:

Sa....teeeeee......eeee....eeee!
Nah, kalau sudah terdengar bunyi seperti itu, biasanya saya dan teman sekosan langsung sigap memanggil bapak penjual sate keliling yang satu itu. Selama di sini, bapak tersebut masih menjadi satu-satunya penjual sate favorit kami. Rasanya lumayan enak, dan porsinya pun banyak.
Tapi sayangnya, kami sering di PHP-in sama bapak yang satu ini. Duh ~

Ternyata, yang PHP itu ga cuma gebetan atau calon pasangan doang. Bapak penjual sate pun, bisa begitu. Yah, kok bisa? Ya bisa dong, namanya juga manusia. Hehe...
Karena jadi satu-satunya penjual sate keliling yang melewati kos-kosan kami, kami jadi mengharap lebih kepada bapak sate yang satu ini. Kata si bapak, beliau sering lewat di daerah sekitar kos-kosan kami. Tapi ntah mengapa, kalau giliran ditungguin saja itu bapak ga lewat-lewat di depan kosan. Pas gak ditungguin, atau kami udah pasrah lantas keluar kosan dan mencari makanan lain, eh tiba-tiba bapak sate lewat gitu saja. Gimana ga PHP coba! Hahaha.

Kamis, 21 November 2013

When You "Walk"

Tidak ada komentar:
Tidak punya motor di perantauan, lantas harus berjalan kaki, sendirian. Sebenarnya menyenangkan juga. Yah, tidak terlalu buruk lah.
Ada banyak hal yang bisa kita temukan saat kita berjalan kaki, yang kadang tidak terlalu kita perhatikan jika mengendarai kendaraan. Selama beberapa bulan saya di Semarang, entah sudah berapa kali saya harus keluar berjalan kaki sendirian. Dan saya menikmatinya. (Ngeles cerdas bagi yg single ^^)

Ini memasuki bulan ketiga saya berada di Semarang. Di sini, saya tinggal di kos-kosan yang dekat dengan kampus Pascasarjana Undip, Pleburan. Kira-kira jaraknya sekitar 10 menitan berjalan kaki. Suasana di sini? Berbeda sekali dengan di Aceh. Baik dari segi tempat tinggal, masyarakat, makanan, bahkan para pedagang kaki lima. Menurutku, Aceh tetap yang terbaik. Surely! :)