Tampilkan postingan dengan label aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aceh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Februari 2019

WARUNG KOPI SEBAGAI PENCIPTA DUNIA SIMULASI VIRTUAL DAN BENTUK “EKSTASI” KONSUMERISME VIRTUAL MASYARAKAT ACEH

Tidak ada komentar:
Setelah tulisan pertama yang pernah saya publikasikan beberapa waktu lalu  berjudul "Pudarnya Pesona Komunikasi Tatap Muka di Warung Kopi" (baca di sini), kali ini saya tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenai fenomena warung kopi kontemporer di Aceh saat ini.
Pada tulisan yang lampau, ada dua konsep yang saya tekankan, yaitu hiperealitas dan online disinhibition effect. Maka pada pembahasan lebih jauh, dapat dikaji bahwasanya posisi masyarakat Aceh dan kebiasaan mereka memanfaatkan warung kopi sebagai media untuk berselancar di dunia maya,

Kamis, 07 Februari 2019

Pudarnya Pesona Komunikasi Tatap Muka di Warung Kopi

Tidak ada komentar:
IMG_20180106_205638_351.jpg
Tradisi duduk di warung kopi memang sudah sejak lama dikenal oleh masyarakat Aceh dan mampu bertahan hingga saat ini. Warung kopi di Aceh hadir dalam bentuk yang beragam dan dapat ditemukan hampir di sepanjang jalan. Bagi masyarakat Aceh, warung kopi menjadi media komunikasi untuk berdiskusi dan bersilaturahim dengan sesama rekannya.

Senin, 26 Maret 2018

MENANAMKAN NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN TEUKU UMAR SEJAK DINI MELALUI WISATA SEJARAH

Tidak ada komentar:
"Jikalau engkau meninggalkan sejarah, engkau akan berdiri di atas vacuum, engkau akan berdiri di atas kekosongan dan lantas engkau menjadi bingung, dan akan berupa amuk, amuk belaka. Amuk, seperti kera kejepit di dalam gelap." --Soekarno, 1966.

Minggu, 25 Maret 2018, satu per satu para santriwati SMP IT Dayah Darul Muta'allimin Meulaboh bergegas menaiki bus yang sudah terpakir manis di pelataran dayah. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 WIB, itu artinya hari sudah menjelang siang. Matahari mulai terlihat di tengah-tengah memancarkan terik panasnya, menantang para santriwati dengan angkuhnya. Namun itu tidak menyurutkan langkah mereka untuk tetap melangkah dengan riangnya. Terlihat juga senyum yang merekah lebar di wajah mereka. Iya, mereka sangat bersemangat! Hari itu kami telah bersepakat untuk pergi berziarah, ke salah satu makam pejuang besar Aceh, Makam Teuku Umar Johan Pahlawan.