Sabtu, 02 Februari 2019

Fenomena Dakwah Kekinian di Sosial Media

Tidak ada komentar:
Mungkin banyak orang, wacana, atau tulisan yang membahas tentang kondisi moralitas masyarakat saat ini dari berbagai aspek dan realita di lapangan. Sebagian besar, tema tulisan adalah mengangkat tentang bagaimana bobroknya moralitas masyarakat, khususnya kawula muda, di tengah-tengah globalisasi atau modernitas seperti saat ini. Ntah itu pergaulan bebas, narkoba, hamil di luar nikah (married by accident), dsb. Dalam hal ini, sebenarnya media massa mainstream atau sosial media juga berperan dalam mengonstruksi realita sosial di tengah-tengah masyarakat, dengan membangun wacana secara kontinyu tentang kondisi remaja saat ini.

Selasa, 15 Januari 2019

Ketika Perempuan Minum Kopi. Aneh kah?

Tidak ada komentar:
IMG_20180224_205046.jpg
Kopi adalah salah minuman favorit saya. Sedari saya kecil, almarhum ayahanda saya sering mengajak saya untuk duduk di warung kopi pada hari-hari libur.
Mungkin sebagian perempuan atau laki-laki sedikit merasa janggal ketika melihat ada perempuan yang dapat minum kopi hitam, pekat, dengan kadar kafein tinggi pula seperti saya.

Selasa, 08 Januari 2019

Perempuan-perempuan yang Dikomodifikasikan

Tidak ada komentar:
“Apakah bisa dikatakan tidak menyesatkan, ketika sensasi seksualitas memenuhi ruang pemberitaan lebih banyak daripada kasus korupsi yang menjadi sumbernya, dengan menjarah dan memperkosa ruang pribadi kaum perempuan yang pada dasarnya menjadi korban?"– Seno Gumira Ajidarma.

Selasa, 01 Januari 2019

Makna Khimar Pada Perempuan dalam Wacana Budaya Populer (Pop Culture)

Tidak ada komentar:
Makna khimar sebagai penutup kepala perempuan muslim saat ini sudah sangat berubah. Di luar dari esensi dasarnya sebagai tuntutan kewajiban, khimar sekarang ini dapat dimaknai sebagai nilai-nilai simbolik, kepentingan, dan juga trend budaya. Makna berkhimar kini kian dibentuk sesuai dengan adanya kepentingan bisnis di belakangnya. Sehingga sekarang ini yang terlihat adalah overproduksi bahkan overkonsumsi terhadap praktik berjilbab/menutup aurat. Masyarakat kini dijebak, dalam trend budaya yang akan diproduksi terus-menerus. Sehingga berjilbab, menutup aurat, pada akhirnya bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban beragama, akan tetapi memenuhi tuntutan dari desakan trend yang terus berkembang.